Follow us:
0852-8523-5289 / 0813-1616-0973

Laporan Safari Dai YAMJA: Belajar Bareng Ibu-Ibu

  • 5 Juni 2018
  • YAMJA
  • 07:31

Ibu adalah madrasah pertama buat anak-anaknya. Maka, perlu sebanyak-banyaknya ilmu untuk bekal mendidik anak.

Itu pula yang dirasakan oleh ibu-ibu ini. Meski umur sudah paruh baya, tak ada kata terlambat belajar. Walau anak sudah besar-besar, ilmu harus tetap dikejar.

“Maafkan kami kalau lambat pahamnya, ya Pak. Maklum sudah berumur,” komentar seorang peserta di salah satu sesi belajar kami.

Prinsip Islam mengajarkan, belajar itu dimulai sejak buaian hingga seseorang masuk liang kuburan. Selagi hayat masih dikandung badan, tiada alasan untuk tak belajar.

WhatsApp Image 2018-05-31 at 11.28.34
WhatsApp Image 2018-05-31 at 11.30.05

Belajar dari yang sederhana, dari perbaikan bacaan al-Quran, tak mengapalah. Di sela-selanya bisa kita sisipi sekadar satu dua ilmu fikih ibadah atau akidah. InsyaAllah semua mendatangkan berkah.

Aktivitas belajar ini dimulai sejak pekan lalu, Rabu (23/05) di Rumah Bekam & Ruqyah di area komplek Masjid Al-Ikhlas, daerah Uray Bawadi, Pontianak.

Mulai pekan ini, jadwal akan diperpadat menjadi 2 kali sepekan selama Ramadhan. Begitu permintaan para peserta.

Kalau sudah merasakan nikmatnya thalabul ilmi, memang ketagihan. Ingin lagi, lagi, dan lagi. Rasa lelah, capek, malas, InsyaAllah hilang perlahan.

Apalagi, kalau sudah pernah dengar petuah Imam Syafii, “Orang yang tidak mau susah-susah duduk sejenak untuk belajar, harus siap menanggung penderitaan sepanjang hidup dalam pahitnya kebodohan.”

Semoga kita selalu diberi Allah semangat untuk tekun belajar. Kapanpun dan di manapun.* (H.S. Tim DAI YAMJA dan KPQN )

 
Tags: