Follow us:
0852-8523-5289 / 0813-1616-0973

LAPORAN DAKWAH MENTAWAI YAMJA (2 – Terakhir)

  • 29 Maret 2019
  • YAMJA
  • 17:28

Kabupaten Kepulauan Mentawai adalah salah satu kabupaten yang terletak di provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini terdiri dari 4 kelompok pulau utama yang berpenghuni yaitu Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan Pulau Pagai Selatan. Selain itu masih ada beberapa pulau kecil lainnya yang berpenghuni namun sebagian besar pulau yang lain hanya ditanami dengan pohon kelapa.
Kepulauan Mentawai yang terkenal dengan nama Bumi Sikerei didominasi oleh warga nonmuslim. Dikutip dari Wikipedia, kepulauan yang memiliki luas 6.011,35 km2 ini didiami oleh 85.348 jiwa (data tahun 2015). Sebanyak 53.01 persen penduduk Kepulauan Mentawai menganut Kristen Protestan, Katolik sebanyak 25.77%, Islam 21.21%, dan Hindu 0.01%.
Pada tanggal 22 November 2018, Yayasan Amal Mulia Jakarta (Yamja) mengirim salah satu da’inya yaitu Ustadz Zulkifli untuk mengemban misi dakwah ke pedalaman Mentawai Provinsi Sumatra Barat tepatnya di Pulau siberut. Tujuan program tersebut adalah untuk melanjutkan safari dakwah Mentawai perdana pada bulan Maret 2018 yang lalu. Masyarakat yang sebelumnya sudah mendapat kunjungan dai, maka mereka selalu berharap jika ada program lanjutan. Disampiang program pengiriman kader muslim untuk belajar ke pulau Jawa, maka kedatangan dai ke masyarakat langsung juga sangat bermanfaat buat masyarakat Mentawai.

Kendala Tranportasi Daerah Pelosok
Untuk menuju lokasi dakwah, Ustadz Zulkifli harus melalui beberapa moda transportasi. Mulai dari pesawat, kapal, mobil, sepeda motor (ojek) hingga berjalan kaki puluhan kilometer.
Medan yang sulit dan minimnya koneksi jaringan komunikasi menjadi tantangan tersendiri. Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat beliau untuk berdakwah kepada masyarakat muslim mualaf yang sangat butuh bimbingan da’i seperti beliau.
Masyarakat mualaf pulau Siberut membutuhkan bimbingan Ibadah praktis, baca tulis Al Qur’an dan yang lebih penting lagi adalah pemahaman Aqidah yang benar sehingga tidak kembali lagi kepada ajaran tradisional mereka atau jatuh ke tangan misionaris nasrani.
Harapan Masyarakat Mentawai
Selama kurang lebih 1.5 bulan Ustadz Zulkifli berada di Siberut mendampingi kaum muslimin mualaf. Dari safari beberapa lokasi yang disinggahi, didapat informasi penting. Ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan kaum muslimin yaitu:
1) Perlunya da’i yang menetap di lokasi sebagai pembimbing masyarakat muslim Siberut, mengajar baca tulis Al Qur’an dan tempat bertanya hal-hal yang berkaitan dengan syari’at.
2) Perlu sarana pendukung berupa mushaf Al Qur’an, buku-buku Iqra’ (cara baca Al Qur’an), serta buku-buku panduan ibadah praktis.
3) Perlu sarana masjid yang memadai walaupun saat ini sudah ada masjid namun masih perlu renovasi.
4) Perlu pengadaan sumur dan penampungan air bersih untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat yang masih tradisional.
5) Perlu adanya lembaga pelayanan sosial untuk mendukung kebutuhan primer masyarakat setempat yang masih hidup dalam kekurangan.
6) Perlu program beasiswa bagi anak-anak setempat yang memiliki motivasi belajar yang tinggi untuk disekolahkan ke jawa sehingga nantinya bisa menjadi kader penerus dakwah di tanah kelahirannya.


Demikian catatan safari dakwah pedalaman mentawai da’i Yayasan Amal Mulia Jakarta. Semoga hal ini bisa menggugah para donatur dan muhsinin untuk mendukung secara materiil agar program tersebut bisa berlanjut. Mari beramal bersama membangun peradaban Islam ke pelosok negeri. Terima kasih kepada seluruh donatur yang sudah membantu pemberangkatan da’i YAMJA ke Mentawai. Jazakumullahu khairan. (AM, Admin)

 
Tags: